| Merancang Online Shop | | | |
| Wednesday, 20 October 2010 10:30 |
| Pernahkah Anda mendengar tentang toko online? Mungkin Anda sudah pernah mendengarnya. Bagi orang yang sudah sering browsing di internet pasti akan mengetahuinya, lain halnya dengan orang yang kurang paham akan bertanya-tanya apa itu toko online. Ya, toko online adalah sistem jual beli yang dilakukan melalui internet. Bila dulu perdagangan hanya dilakukan melalui pasar tradisional ataupun pasar modern, kini perdagangan dapat dilakukan melalui dunia maya. Sehingga kini bila seseorang mempunyai produk yang ingin dijual tidak akan bingung lagi justru sekarang orang-orang senang mencari-cari kira-kira produk apa yang dapat dipasarkan melalui internet. Berikut adalah gambaran sekilas merancang sebuah toko online. Tidak hanya produsennya yang bersemangat memasarkan produknya di internet tetapi pihak konsumen juga memiliki minat yang tinggi terhadap produk-produk di internet, walaupun terkadang mempunyai kendala dalam melihat produk sebatas lewat gambar. Tetapi karena faktor kepraktisan, harga yang kompetitif, kemudahan dalam menelusuri barang yang diinginkan membuat belanja online ini semakin digemari. Toko online didasari oleh e-commerce. e-Commerce sendiri adalah perdagangan atau kegiatan tukar menukar barang dan atau jasa yang dinilai dengan uang sehingga menimbulkan kegiatan berjual beli dan dilakukan melalui media elektronik dalam melakukan transaksi tersebut. Awalnya e-commerce hanya menggunakan teknologi EDI (Elektronic Data Interchange) dan EFT (Elektronic Funds Transfer) tetapi karena pada saat ini transaksi bisa melalui ATM, kartu kredit, telepon banking, jaringan komputer dan internet maka cakupan e-commerce semakin luas. Toko online merupakan bentuk yang lebih sederhana karena tidak harus melalui perantara, jadi antara penjual dan pembeli dapat bertransaksi langsung. Selain itu pembayaran juga tidak harus menggunakan payment gateway (walaupun kadangkala toko online tertentu memiliki fitur tersebut), sistem pembayaran yang terpisah melalui transfer/e-banking) dan di-confirm setelah pembayaran dilakukan masih menjadi alternatif yang populer di Indonesia. Penampilan toko online rata-rata memuat pajangan/katalog produk. Selain itu juga memperlihatkan alur shopping cart yang mengadaptasi cara kerja shopping cart (keranjang belanja) di supermarket/minimarket, dimana customer mengakumulasi daftar item yang akan dibeli dalam sebuah keranjang, melakukan ceckout di kasir yang akan menjumlah total harga item, pembeli membayar dan membawa pergi itemnya. Selain itu juga terdapat penambahan pada sistem shopping chartnya berupa tambahan proses pengiriman dan notifikasi, hal ini terjadi karena antara pembeli dan penjual dalam dua tempat yang berbeda. Ada dua bagian dalam komponen shopping cart yaitu :
CMS lain seperti WordPress, TYPO3, Drupal juga memiliki plugin untuk membangun toko online. Selain itu juga tersedia software khusus untuk membangun sistem shopping cart seperti osCommerce, Batavi, Magento, Prestashop, Zen Cart, dan masih banyak lagi yang lain. Demikian gambaran sekilas dalam mempersiapkan sebuah toko online. Semoga bermanfaat! by. Joko Nurjadi, PC Media |
| Last Updated on Saturday, 13 November 2010 11:41 |